Sediaan Krim | Farmasi

13 Des

Definisi sediaan krim :
Farmakope Indonesia Edisi III, krim adalah
bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi
mengandung air tidak kurang dari 60% dan
dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Farmakope Indonesia Edisi IV , krim adalah
bentuk sediaan setengah padat mengandung satu
atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi
dalam bahan dasar yang sesuai.
Formularium Nasional , krim adalah sediaan
setengah padat, berupa emulsi kental
mengandung air tidak kurang dari 60% dan
dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Secara Tradisional istilah krim digunakan untuk
sediaan setengah padat yang mempunyai
konsistensi relatif cair di formulasi sebagai
emulsi air dalam minyak(a/m) atau minyak dalam
air (m/a) (Budiasih, 2008).
Krim merupakan obat yang digunakan sebagai
obat luar yang dioleskan ke bagian kulit badan.
Obat luar adalah obat yang pemakaiannya tidak
melalui mulut, kerongkongan, dan ke arah
lambung. Menurut definisi tersebut yang
termasuk obat luar adalah obat luka, obat kulit,
obat hidung, obat mata, obat tetes telinga, obat
wasir, injeksi, dan lainnya.
Kualitas dasar krim, yaitu:
1. Stabil, selama masih dipakai mengobati.
Maka krim harus bebas dari inkopatibilitas,
stabil pada suhu kamar, dan kelembaban
yang ada dalam kamar.
2. Lunak, yaitu semua zat dalam keadaan halus
dan seluruh produk menjadi lunak dan
homogen.
3. Mudah dipakai, umumnya krim tipe emulsi
adalah yang paling mudah dipakai dan
dihilangkan dari kulit.
4. Terdistribusi merata, obat harus terdispersi
merata melalui dasar krim padat atau cair
pada penggunaan (Anief, 1994).
Penggolongan Krim
Krim terdiri dari emulsi minyak dalam air atau
dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau
alkohol berantai panjang dalam air yang dapat
dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk
pemakaian kosmetika dan estetika. Ada dua tipe
krim, yaitu:
1. Tipe a/m, yaitu air terdispersi dalam minyak
Contoh : cold cream
Cold cream adalah sediaan kosmetika yang
digunakan untuk maksud memberikan rasa dingin
dan nyaman pada kulit, sebagai krim pembersih,
berwarna putih dan bebas dari butiran. Cold
cream mengandung mineral oil dalam jumlah
besar.
2. Tipe m/a, yaitu minyak terdispersi dalam air
Contoh: vanishing cream
Vanishing cream adalah sediaan kosmetika yang
digunakan untuk maksud membersihkan,
melembabkan dan sebagai alas bedak. Vanishing
cream sebagai pelembab (moisturizing)
meninggalkan lapisan berminyak/film pada kulit.
Kelebihan dan kekurangan sediaan krim
Kelebihan sediaan krim, yaitu:
1. Mudah menyebar rata
2. Praktis
3. Mudah dibersihkan atau dicuci
4. Cara kerja berlangsung pada jaringan
setempat
5. Tidak lengket terutama tipe m/a
6. Memberikan rasa dingin (cold cream) berupa
tipe a/m
7. Digunakan sebagai kosmetik
8. Bahan untuk pemakaian topikal jumlah yang
diabsorpsi tidak cukup beracun.
Kekurangan sediaan krim, yaitu:
1. Susah dalam pembuatannya karena
pembuatan krim harus dalam keadaan panas.
2. Gampang pecah disebabkan dalam pembuatan
formula tidak pas.
3. Mudah kering dan mudah rusak khususnya
tipe a/m karena terganggu sistem campuran
terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan
perubahan komposisi disebabkan penambahan
salah satu fase secara berlebihan.
Bahan-bahan Penyusun Krim
Formula dasar krim, antara lain:
1. Fase minyak, yaitu bahan obat yang larut
dalam minyak, bersifat asam.
Contoh : asam stearat, adepslanae,
paraffin liquidum, paraffin solidum, minyak
lemak, cera, cetaceum, vaselin, setil
alkohol, stearil alkohol, dan sebagainya.
2. Fase air, yaitu bahan obat yang larut dalam
air, bersifat basa.
Contoh : Na tetraborat (borax, Na biboras),
Trietanolamin/ TEA, NaOH, KOH, Na CO ,
Gliserin, Polietilenglikol/ PEG, Propilenglikol,
Surfaktan (Na lauril sulfat, Na setostearil
alkohol, polisorbatum/ Tween, Span dan
sebagainya).
Bahan-bahan penyusun krim, antara lain:
Zat berkhasiat
Minyak
Air
Pengemulsi
Bahan Pengemulsi
Bahan pengemulsi yang digunakan dalam sediaan
krim disesuaikan dengan jenis dan sifat krim
yang akan dibuat /dikehendaki. Sebagai bahan
pengemulsi dapat digunakan emulgide, lemak bulu
domba, setaseum, setil alkohol, stearil alkohol,
trietanolamin stearat, polisorbat, PEG.
Sedangkan, bahan-bahan tambahan dalam
sediaan krim, antara lain: Zat pengawet, untuk
meningkatkan stabilitas sediaan.
Bahan Pengawet
Bahan pengawet sering digunakan umumnya metil
paraben (nipagin) 0,12-0,18%, propil paraben
(nipasol) 0,02-0,05%. Pendapar, untuk
mempertahankan pH sediaan Pelembab.
Antioksidan, untuk mencegah ketengikan akibat
oksidasi oleh cahaya pada minyak tak jenuh.
METODE PEMBUATAN KRIM
Pembuatan sediaan krim meliputi proses peleburan
dan proses emulsifikasi. Biasanya komponen yang
tidak bercampur dengan air seperti minyak dan
lilin dicairkan bersama-sama di penangas air
pada suhu 70-75ยฐC, sementara itu semua larutan
berair yang tahan panas, komponen yang larut
dalam air dipanaskan pada suhu yang sama
dengan komponen lemak. Kemudian larutan berair
secara perlahan-lahan ditambahkan ke dalam
campuran lemak yang cair dan diaduk secara
konstan, temperatur dipertahankan selama 5-10
menit untuk mencegah kristalisasi dari lilin/
lemak. Selanjutnya campuran perlahan-lahan
didinginkan dengan pengadukan yang terus-
menerus sampai campuran mengental. Bila
larutan berair tidak sama temperaturnya dengan
leburan lemak, maka beberapa lilin akan menjadi
padat, sehingga terjadi pemisahan antara fase
lemak dengan fase cair (Munson, 1991).
PENGEMASAN
Sediaan krim dikemas sama seperti sediaan salep
yaitu dalam botol atau tube.
STABILITAS SEDIAAN KRIM
Sediaan krim dapat menjadi rusak bila terganggu
sistem campurannya terutama disebabkan oleh
perubahan suhu dan perubahan komposisi karena
penambahan salah satu fase secara berlebihan
atau pencampuran dua tipe krim jika zat
pengemulsinya tidak tercampurkan satu sama
lain. Pengenceran krim hanya dapat dilakukan
jika diketahui pengencer yang cocok. Krim yang
sudah diencerkan harus digunakan dalam waktu
satu bulan.
EVALUASI MUTU SEDIAAN KRIM
Agar system pengawasan mutu dapat berfungsi
dengan efektif, harus dibuatkan kebijaksanaan
dan peraturan yang mendasari dan ini harus
selalu ditaati. Pertama, tujuan pemeriksaan
semata-mata adalah demi mutu obat yang baik.
Kedua, setia pelaksanaan harus berpegang teguh
pada standar atau spesifikasi dan harus
berupaya meningkatkan standard an spesifikasi
yang telah ada.
1. Organoleptis
Evalusai organoleptis menggunakan panca indra,
mulai dari bau, warna, tekstur sedian,
konsistensi pelaksanaan menggunakan subyek
responden ( dengan kriteria tertentu ) dengan
menetapkan kriterianya pengujianya ( macam dan
item ), menghitung prosentase masing- masing
kriteria yang di peroleh, pengambilan keputusan
dengan analisa statistik.
2. Evaluasi pH
Evaluasi pH menggunakan alat pH meter, dengan
cara perbandingan 60 g : 200 ml air yang di
gunakan untuk mengencerkan , kemudian aduk
hingga homogen, dan diamkan agar mengendap,
dan airnya yang di ukur dengan pH meter, catat
hasil yang tertera pada alat pH meter.
3. Evaluasi daya sebar
Dengan cara sejumlah zat tertentu di letakkan di
atas kaca yang berskala. Kemudian bagian
atasnya di beri kaca yang sama, dan di
tingkatkan bebanya, dan di beri rentang waktu 1
โ€“ 2 menit. kemudian diameter penyebaran diukur
pada setiap penambahan beban, saat sediaan
berhenti menyebar ( dengan waktu tertentu
secara teratur ).
4. Evaluasi penentuan ukuran droplet
Untuk menentukan ukuran droplet suatu sediaan
krim ataupun sediaan emulgel, dengan cara
menggunakan mikroskop sediaan diletakkan pada
objek glass, kemudian diperiksa adanya tetesan โ€“
tetesan fase dalam ukuran dan penyebarannya.
5. Uji aseptabilitas sediaan.
Dilakukan pada kulit, dengan berbagai orang yang
di kasih suatu quisioner di buat suatu kriteria ,
kemudahan dioleskan, kelembutan, sensasi yang
di timbulkan, kemudahan pencucian. Kemudian
dari data tersebut di buat skoring untuk masing-
masing kriteria. Misal untuk kelembutan agak
lembut, lembut, sangat lembut

Satu Tanggapan to “Sediaan Krim | Farmasi”

  1. Uni Vivin September 25, 2014 pada 1:50 am #

    kak, aku pengen tau dong.. itu daftar pustaka yg cara pembuatan sediaan krim (yg cttn kakinya ditulis munson, 1991) apa ya?? makasih kak..๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: